Memilih Jalur Karier di Cybersecurity

5 Peran yang Sering Tidak Dijelaskan dengan Jelas

Banyak orang tertarik dengan dunia cybersecurity, tapi sering bingung harus memulai dari mana. Kesalahan terbesar? Mengikuti gelar atau titel tanpa memahami peran sebenarnya.

Sebenarnya, cybersecurity bukan satu pekerjaan tunggal, melainkan lima “medan perang” yang sangat berbeda. Memilih jalur yang salah bisa membuat karier Anda tersendat, bahkan burn out. Memilih jalur yang tepat, justru membuat Anda cepat menonjol dan berkembang.

Berikut lima peran utama di dunia cybersecurity yang perlu dipahami:

1. Security Analyst – Sang Detektif Digital

Karakteristik:

  • Menyukai investigasi dan analisis pola.
  • Senang memeriksa log, alert, dan kejadian aneh.
  • Memiliki intuisi “detektif” untuk menemukan celah yang tersembunyi.

Tugas utama:

  • Memantau aktivitas sistem.
  • Menyaring ancaman potensial.
  • Membantu tim keamanan merespons insiden.

Security Analyst adalah garis depan dalam mendeteksi ancaman sebelum menjadi masalah besar.

2. Penetration Tester – Sang Peretas Etis

Karakteristik:

  • Suka mempertanyakan segalanya dan berpikir seperti penyerang.
  • Tertarik “membobol” sistem secara etis untuk menemukan celah.

Tugas utama:

  • Menguji keamanan sistem, aplikasi, dan jaringan.
  • Memberikan rekomendasi untuk memperkuat pertahanan.
  • Membantu organisasi mengidentifikasi risiko sebelum dimanfaatkan pihak jahat.

Ini peran untuk yang ingin bekerja ofensif, tapi tetap etis.

3. Security Engineer – Sang Arsitek Pertahanan

Karakteristik:

  • Tidak hanya menemukan masalah, tapi juga membangun solusi.
  • Ahli dalam firewall, EDR, hardening, dan otomatisasi.

Tugas utama:

  • Merancang dan mengimplementasikan sistem keamanan.
  • Mengatur arsitektur pertahanan untuk mencegah serangan.
  • Bekerja dengan tim untuk membangun keamanan dari hulu ke hilir.

Security Engineer fokus membangun, bukan sekadar mengamati.

4. SOC Analyst – Sang Penjaga 24/7

Karakteristik:

  • Tenang di bawah tekanan.
  • Responsif terhadap insiden secara real-time.

Tugas utama:

  • Memantau aktivitas keamanan secara terus-menerus.
  • Mengelola insiden saat terjadi serangan atau ancaman.
  • Berkoordinasi dengan tim untuk memastikan ancaman tertangani cepat.

SOC Analyst adalah “mata dan telinga” organisasi sepanjang waktu.

5. Cybersecurity Manager – Sang Strateg

Karakteristik:

  • Berpikir jangka panjang dan strategis.
  • Memahami risiko, tata kelola, dan alignment bisnis.
  • Memimpin orang, bukan hanya alat.

Tugas utama:

  • Mengelola tim keamanan dan sumber daya.
  • Membuat kebijakan dan strategi keamanan.
  • Menjaga keamanan organisasi sekaligus memastikan bisnis tetap berjalan lancar.

Peran ini cocok bagi yang ingin memimpin dan merancang strategi keamanan, bukan sekadar bekerja teknis.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Banyak profesional pemula mengejar titel tanpa memahami apa yang mereka sukai:

  • Apakah mereka suka bereaksi terhadap ancaman?
  • Apakah mereka suka menguji sistem secara ofensif?
  • Atau membangun pertahanan?
  • Atau memimpin dan mengatur strategi?

Cybersecurity menghargai kesesuaian — bukan kebingungan. Memilih peran sesuai minat dan gaya berpikir akan membuat Anda:

  • Lebih cepat naik karier.
  • Lebih dihargai di industri.
  • Lebih puas dengan pekerjaan sehari-hari.

Kesimpulan

Cybersecurity memang terlihat ramai dan kompleks, tapi sebenarnya tidak semua jalur cocok untuk semua orang. Kenali diri Anda, pahami lima peran ini, dan pilih jalur yang tepat.

Apakah Anda detektif, penyerang etis, arsitek pertahanan, penjaga 24/7, atau strateg? Menemukan jawabannya bisa menjadi kunci kesuksesan karier Anda.

Sumber Referensi